Suatu malam di musim hujan, setelah seharian melakukan berbagai aktivitas yang melelahkan saya pulang dengan kondisi basah kuyub kehujanan. Seorang teman se-kontrakan menyapa saya, “Bagaimana harimu hari ini?” tanyanya. Mengalirlah dari bibir saya berbagai peristiwa yang menguras fisik dan emosi saya seharian itu, ia dengan sabar mendengarkan saya. Setelah saya rasa cukup mencurahkan kondisi saya hari itu, saya mengucapkan terimakasih dan pamit untuk bebersih diri, dan ingin segera merebahkan badan di kasur. Setelah selesai mandi dan saya merasa segar, tiba-tiba pintu kamar saya diketuk. Ketika saya mempersilahkan masuk, ia masuk dengan segaris senyum hangat di wajahnya dan ada secangkir madu hangat di tangannya. “Minum madu hangat enak banget lho di badan setelah kehujanan,” katanya pada saya. Saya memandanginya sambil mengucap terimakasih dan malam itu hati saya menghangat sehangat madu yang saya seruput. Di suatu waktu lain, saya akan menghadapi ujian di sem...
Saya Hina Dina Papa Akhir-akhir ini saya malu mengangkat tangan berdoa kepadaMu Rasanya tubuh hamba ini begitu bersimbah dosa Penuh jelaga yang berbau busuk Saya malu mengangkat tangan memohon-mohon dan merintih-rintih, karena saya begitu tak layak di mukaMu. Namun di tengah busuknya saya, Ya Allah Ijinkan hamba yang tak tahu diri ini mengangkat tangan. Mencurahkan gundah gulana hamba. Kelemahan dan kepapaan hamba. Hamba ya Allah. Berjelaga... Hina... Dina ...
Apa yang saya pelajari hari ini? Jika berkesempatan, saya akan berusaha selalu merefleksikan hikmah apa yang saya dapat hari ini, yang mungkin menyelip di sela-sela berbagai aktivitas yang kita lakukan. Hari ini (2 Mei 2016), Alhamdulillah, saya berkesempatan menjadi host di sebuah acara nasional hari ini dari pagi hingga sore hari. Dan saya belajar banyak tentang bagaimana komunikasi massa dilakukan. Pada awalnya terasa agak kikuk, takut, inferior, tidak pede, karena saya sudah lama sekali tidak tampil di depan panggung, dan berangkat dari background cara berkomunikasi yang terbiasa keras. Apalagi kami tidak sempat latihan sama sekali. Partner saya seorang mc kawakan yang sudah biasa melalang buana di dunia "keMCan". Begitu beliau datang dari Bogor, kami langsung gladi sekali lalu tidak gladi lagi, akhirnya sisanya improvisasi. Apalagi teks host baru jadi pagi hari sebelum tampil. WOW! Selama jalannya acara, beliau tak henti-hentinya berbagi tips tentang ...
Comments
Post a Comment