Saya Hina Dina Papa Akhir-akhir ini saya malu mengangkat tangan berdoa kepadaMu Rasanya tubuh hamba ini begitu bersimbah dosa Penuh jelaga yang berbau busuk Saya malu mengangkat tangan memohon-mohon dan merintih-rintih, karena saya begitu tak layak di mukaMu. Namun di tengah busuknya saya, Ya Allah Ijinkan hamba yang tak tahu diri ini mengangkat tangan. Mencurahkan gundah gulana hamba. Kelemahan dan kepapaan hamba. Hamba ya Allah. Berjelaga... Hina... Dina ...
Suatu malam di musim hujan, setelah seharian melakukan berbagai aktivitas yang melelahkan saya pulang dengan kondisi basah kuyub kehujanan. Seorang teman se-kontrakan menyapa saya, “Bagaimana harimu hari ini?” tanyanya. Mengalirlah dari bibir saya berbagai peristiwa yang menguras fisik dan emosi saya seharian itu, ia dengan sabar mendengarkan saya. Setelah saya rasa cukup mencurahkan kondisi saya hari itu, saya mengucapkan terimakasih dan pamit untuk bebersih diri, dan ingin segera merebahkan badan di kasur. Setelah selesai mandi dan saya merasa segar, tiba-tiba pintu kamar saya diketuk. Ketika saya mempersilahkan masuk, ia masuk dengan segaris senyum hangat di wajahnya dan ada secangkir madu hangat di tangannya. “Minum madu hangat enak banget lho di badan setelah kehujanan,” katanya pada saya. Saya memandanginya sambil mengucap terimakasih dan malam itu hati saya menghangat sehangat madu yang saya seruput. Di suatu waktu lain, saya akan menghadapi ujian di sem...
“Jangan, mbak. Kasihan. Ini bukti perjuangan mbak bertahun-tahun,” “Mbak, ini artinya mbak berproses.” “Jangan fakh, karena saya belum baca semuanya” Setelah bermaksud membunuh blog ini sebab saya malu dengan tulisan-tulisan saya yang sebelumnya, ternyata banyak yang melarang saya untuk menutup blog ini. Selain itu, malah saya dimarahi oleh seseorang yang katanya, terinspirasi dari blog saya, “Kamu ngingetin buat jangan malu nulis tapi kamu sendiri punya life crisis . Ayolah come on . Fokus buat nulis yang lebih baik lagi, yang di sini biarlah di sini, tatap masa depan.” Tapi.... saya ragu. Salah satu buruknya saya adalah mungkin tidak mudah bersyukur atau mengeset goal yang terlalu tinggi. Makanya satu semester ini saya sudah mencoba melakukan terapi dengan menulis apa saja yang telah saya lakukan setiap hari dalam selember kertas. Hal itu supaya membantu saya lebih mindfulness . Lebih menikmati hari ini, lebih menikmati hidup. Ternyata Saya Sudah Banyak Menuli...
Comments
Post a Comment