“Jangan, mbak. Kasihan. Ini bukti perjuangan mbak bertahun-tahun,” “Mbak, ini artinya mbak berproses.” “Jangan fakh, karena saya belum baca semuanya” Setelah bermaksud membunuh blog ini sebab saya malu dengan tulisan-tulisan saya yang sebelumnya, ternyata banyak yang melarang saya untuk menutup blog ini. Selain itu, malah saya dimarahi oleh seseorang yang katanya, terinspirasi dari blog saya, “Kamu ngingetin buat jangan malu nulis tapi kamu sendiri punya life crisis . Ayolah come on . Fokus buat nulis yang lebih baik lagi, yang di sini biarlah di sini, tatap masa depan.” Tapi.... saya ragu. Salah satu buruknya saya adalah mungkin tidak mudah bersyukur atau mengeset goal yang terlalu tinggi. Makanya satu semester ini saya sudah mencoba melakukan terapi dengan menulis apa saja yang telah saya lakukan setiap hari dalam selember kertas. Hal itu supaya membantu saya lebih mindfulness . Lebih menikmati hari ini, lebih menikmati hidup. Ternyata Saya Sudah Banyak Menuli...
Comments
Post a Comment