Posts

Apapun Karakternya Islam Kepribadiannya

Apa maksud dari judul diatas? Apakah beda antara karakter dan kepribadian? Karakter adalah perilaku spesifik pada waktu yang spesifik dan berbeda dari satu orang ke orang lainnya. Sementara, kepribadian bersifat lebih menyeluruh, kumpulan dari berbagai karakter yang ada dalam diri orang tersebut. Lalu, mengapa saya membahas ini disini?

Leadership dan Ngalor Ngidul Percakapan

Perlahan saya mengumpulkan keping-keping puzzle tentang apa itu leadership. Tentang bagaimana memaknainya dan menjalaninya. Bagi beberapa diantara kita mungkin tema basi. Tapi, memaknainya selalu butuh pengait-pengait baru. Bak ikan yang sama. Namun, cara memancingnya beragam, kaitnya beragam, tergantung ikan yang ingin kita pancing. Pun, leadership bagi saya tema yang basi. Tapi, saya terkejut bagaimana pengalaman-pengalaman baru membuat saya semakin berdialektika tentang apa itu kepemimpinan. * Kali ini saya belajar dari percakapan Aruna dan Bono. Aruna Ahli Wabah dan Bono adalah seorang Chef.“Terus terang,” kata Bono, dengan mata menerawang. “Semua chef, yang terbaik pun, bisa belajar banyak dari timnya. Bukan hanya dari sous chef mereka, tapi juga dari yang lainnya. Selalu ada tradisi makanan yang tidak diketahui orang lain,”

Cinta dan Diam

Apa itu cinta? Di usia saya yang setua ini. Meski sangat terlambat. Saya belajar secara perlahan-lahan mendefinisikan cinta. Dari sekian banyak definisi cinta yang dikeluarkan oleh para pujangga, ilmuwan, sastrawan dan banyak mulut lainnya. Biarlah saya mendefinisikan cinta melalui apa yang pernah saya alami. Bagi saya cinta adalah sebuah aktivitas dan perasaan yang meliputi pengorbanan. Tetapi, pengorbanannya terasa ringan, ada rasa pedih namun pedihnya rela dilalui.  Hari ini, adalah hari diantara hari-hari saya jatuh cinta. Mencintainya ternyata membutuhkan komitmen, kebesaran hati, mencoba untuk memahami. Semuanya bukan proses yang mudah. Kadang kita tidak perlu berteriak-teriak kita punya rasa cinta itu. Tapi, dalam diam kita, bukan, mungkin saya, lebih senang menunjukkan dengan aksi-aksi nyata. Ya. Saya jatuh cinta dalam sunyi. Saya tidak ingin berteriak-teriak tentang perasaan ini. Saya lebih senang semakin memupuk cinta ini dalam sunyi. Pedih? S...

Fragmen Ayah: Kak Tidur Lebih Awal

Tepat pukul 21:54 WIB saya menulis tulisan ini. Posisi saya sudah rebahan diatas kasur berseprei pink abu-abu saya dan saya sudah berselimut setengah badan. Sambil tiduran saya menyempatkan diri menulis ini. Sejujurnya, saya masih ingin bekerja. Bagi saya jam 10 malam masih pagi. Energi saya masih kuat dan konsentrasi saya masih bisa untuk fokus paling tidak hingga pukul 00.00 nanti atau lebih. Bagi saya, tidur jam 2 pagi itu biasa. Malah saya merasa sedih jika tidur terlalu pagi seperti jam 10 ini. Rasanya buang-buang waktu. Bagi saya banyak hal bisa dikerjakan hingga pukul 2 pagi. Namun, malam ini saya memutuskan untuk menutup laptop saya, meskipun saya sangat yakin bisa menyelesaikan satu laporan lagi hingga pukul 01.00 dini hari nanti. Namun, saya teringat kata seorang pada saya, "Jika engkau ingin Allah menata hidupmu, tahajudlah," Selain itu, saya berazzam untuk meniru ayah saya yang tidak pernah bolong tahajudnya, dan tidak henti-hentinya mengingatkan saya untuk ...

"Iman Itu Proses"

Iya. Iman itu proses. Karena proses ia tidak pernah final sampai kematian datang. Iman itu proses. Maka, karena proses itu bergerak. Kadang naik kadang turun. Disitu. Tantangannya. Disitu letak ujiannya.

Statistika Sosial

“Mbak, di kampung saya ada pesantren yang santrinya lesbian,” tanya seseorang pada saya di suatu acara. Saat itu (Sabtu, 5/9/15) saya berkesempatan menjadi moderator dalam sebuah acara  berjudul ‘Muslimah Cerdas, Gaul Sehat Anti Maksiat’ yang temanya besarnya pergaulan dalam Islam. Menariknya, pada sesi tanya jawab, salah satu peserta mengajukan pertanyaan yang cukup menyentak hati. Kira-kita beginilah detailnya.

Menjerit

Saya sedang mencoba memahami Apa-apa yang terjadi pada hamba Tak akan pernah keluar dari kadar hamba Hamba berteriak di dalam hati Ingin menjerit meski terbungkam Di tengah sudut-sudut pilu Saya menarik napas Dan mencoba merapal mantra Allah bantu hamba Hamba menjerit dalam sujud Menjerit dalam rukuk Menjerit dalam tegak hamba Merapal mantra Allah hamba mohon diberi kekuatan Aduhai Jiwa bertahanlah agar tak rapuh Aduhai Hati kuatlah jangan lapuk Aduhai Aduhai Allah aku berusaha memahami bahwa diri ini sekuat yang engkau beri