TIDAK ADA YANG BENAR-BENAR KECIL.
Suatu malam di musim hujan, setelah seharian melakukan berbagai aktivitas yang melelahkan saya pulang dengan kondisi basah kuyub kehujanan. Seorang teman se-kontrakan menyapa saya, “Bagaimana harimu hari ini?” tanyanya. Mengalirlah dari bibir saya berbagai peristiwa yang menguras fisik dan emosi saya seharian itu, ia dengan sabar mendengarkan saya. Setelah saya rasa cukup mencurahkan kondisi saya hari itu, saya mengucapkan terimakasih dan pamit untuk bebersih diri, dan ingin segera merebahkan badan di kasur. Setelah selesai mandi dan saya merasa segar, tiba-tiba pintu kamar saya diketuk. Ketika saya mempersilahkan masuk, ia masuk dengan segaris senyum hangat di wajahnya dan ada secangkir madu hangat di tangannya. “Minum madu hangat enak banget lho di badan setelah kehujanan,” katanya pada saya. Saya memandanginya sambil mengucap terimakasih dan malam itu hati saya menghangat sehangat madu yang saya seruput. Di suatu waktu lain, saya akan menghadapi ujian di sem...
Comments
Post a Comment